Fahmi Ilman
20 jam
Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

WASIAT TERAKHIR AL-HUSAIN UNTUK ZAINAB Di Padang Karbala:

WASIAT TERAKHIR AL-HUSAIN UNTUK ZAINAB Di Padang Karbala: gambar oleh Fahmi Ilman
IMam Husain memegang pundak adiknya Sayyidah Zainab dengan penuh kasih, Zainab menatap kakaknya dengan air mata mengalir deras. Di belakang tenda-tenda Karbala, bendera hitam berkibar, kuda-kuda siap perang, langit mendung. Ini adalah detik-detik terakhir sebelum Husain maju ke medan syahid. 1. Siapa Zainab di Hati Husain? Sayyidah Zainab binti Ali adalah adik kandung Imam Husain, putri dari Ali bin Abi Thalib dan Fathimah Az-Zahra. Usianya 5 tahun lebih tua dari Husain, tapi sejak kecil ia adalah pelindung Husain. Ketika Fathimah wafat, Zainab yang masih kecil mengambil peran ibu untuk Husain. Ketika Hasan diracun wafat, Zainab yang memandikan jenazahnya. Husain tidak bisa hidup tanpa Zainab, dan Zainab tidak bisa hidup tanpa Husain. Mereka dua jiwa dalam satu darah Ahlul Bait. Maka ketika Husain memutuskan pergi dari Madinah ke Kufah dan akhirnya terjebak di Karbala, Zainab adalah orang pertama yang berkata: "Aku ikut denganmu, wahai kakakku, sampai mati." Padahal suami Zainab, Abdullah bin Ja'far, melarangnya karena berbahaya. Tapi Zainab memilih ikut kakaknya. 2. Pagi 10 Muharram - Detik Terakhir Tanggal 10 Muharram 61 H. Pasukan Yazid 30.000 orang mengepung 72 orang keluarga Husain di Karbala. Satu persatu pahlawan syahid: • Ali Akbar, putra Husain yang mirip Rasulullah, syahid. • Qasim, keponakan Husain, syahid. • Abbas, pemegang panji, kedua tangannya putus dan syahid. Tinggal Husain sendirian. Tidak ada lagi yang membela. Tenda wanita hanya diisi tangisan. Zainab keluar dari tenda dengan pakaian hitam, wajahnya pucat. Ia memeluk Husain seperti di gambar akang. Ia tahu, pelukan ini adalah pelukan terakhir. Husain menatap Zainab yang gemetar. Ia tahu apa yang akan terjadi setelah ia syahid: Zainab akan ditawan, kepalanya akan dibawa ke Damaskus, ia akan menjadi tawanan di istana Yazid, ia akan melihat kepala kakaknya di atas tombak. Zainab hampir pingsan karena sedih. Ia berkata: "Wahai kakakku, wahai Husain, apakah engkau akan meninggalkan aku?" 3. Wasiat Terakhir yang Ada di Gambarmu Inilah wasiat yang akang tulis di gambar, wasiat yang diriwayatkan di semua kitab Maqtal Karbala: Husain memegang kedua pundak Zainab, menatapnya dalam-dalam dan berkata dengan suara yang ditahan tangis: "Saudariku! Aku bersumpah kepadamu, maka penuhilah sumpahku. Jika aku mati, janganlah kamu merobek pakaian, atau mencakar wajah, atau mengatakan 'celaka aku!' (meratap dengan berlebihan). Dan bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah dengan kesabaran." Kenapa Husain berwasiat seperti ini? Karena Husain tahu, Zainab adalah wanita paling mulia, jika ia merobek bajunya dan mencakar wajahnya saat melihat Husain syahid, maka musuh akan menjadikan itu bahan hinaan untuk keluarga Rasulullah. Husain ingin Zainab tetap tegak sebagai Singa Betina Karbala. Menangis boleh, tapi jangan sampai kehilangan kehormatan Ahlul Bait. Setelah itu Husain berkata lagi: "Wahai Zainab, bawalah anak-anakku, bawalah istriku, dan jangan tinggalkan shalat malam. Dan sampaikan salamku kepada Mahdi akhir zaman." Lalu Husain mencium Zainab dan pergi ke medan perang. Zainab terjatuh ke tanah, tidak merobek bajunya, tidak mencakar wajahnya, ia hanya berbisik: "Allahumma taqabbal minna hadzal qurban - Ya Allah terimalah kurban ini dari kami." Beberapa menit kemudian, Husain syahid, kepalanya dipenggal di atas pasir Karbala. 4. Zainab Menepati Wasiatnya Dan benar, Zainab menepati wasiat itu. Ketika melihat jasad Husain tanpa kepala, ia tidak berteriak histeris. Ia hanya mengangkat kedua tangannya ke langit dan berkata: "Ya Allah, jika ini yang Engkau ridhai, maka ambillah sampai Engkau ridha." Saat menjadi tawanan dan dibawa ke istana Yazid di Damaskus, Yazid mengejek. Zainab berdiri dengan gagah, padahal ia tawanan tanpa kerudung, dan memberikan khutbah yang membuat istana Yazid bergetar: "Wahai Yazid, kau pikir kau telah membunuh kami? Demi Allah, kau hanya membunuh kemuliaanmu sendiri!" Itulah Zainab, wanita yang menepati wasiat kakaknya untuk tetap sabar dan tegar.
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

0 Komentar