Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Tangkuban Perahu, Danau Batur, Dan Sebagainya.

1. Legenda Danau Toba dari Sumatera Utara Ada seorang petani kebun bernama Toba. Setiap hari, Toba bekerja dengan giat di ladangnya. Menanam, mengurusi ladang, serta memanen. Di sela-sela atau di akhir kegiatan berladang, Toba tak jarang pergi ke sungai. Di sungai, ia mencari ikan untuk dibawa pulang dan dijadikan santapan, maupun dijual lagi jika ia berhasil mendapat beberapa ikan. Tapi di suatu hari yang biasa-biasa saja, Toba nampak kebingungan. Setelah meladang seharian, perutnya lapar. Ia pergi ke sungai seperti biasa untuk memancing ikan. Tapi anehnya, di hari itu, tak satupun ikan yang berhasil dia dapatkan. Sambil menunggu keajaiban, ia berangan, seandainya ia memiliki istri, pastilah ia tak perlu susah payah menunggu tangkapan ikan seperti ini. Toba membayangkan betapa senangnya jika ada seorang istri di rumahnya, yang menyambut ia pulang berladang dan menyiapkan hidangan untuk dinikmati bersama. Lalu kail yang tadinya bergeming tiba-tiba bergoyang. Toba pun kaget. Ia buru-buru menarik pancingnya. Seekor ikan mas yang besar terangkut di kailnya. Wah! Toba belum pernah melihat ikan sebesar itu di sungai yang selama ini biasa ia datangi. Ia segera membawa ikan tersebut pulang ke rumahnya. *** Sepanjang perjalanan pulang, Toba kegirangan. Ia membayangkan betapa nikmatnya santapannya hari itu. Seekor ikan besar siap diolah menjadi makanan yang lezat. Setibanya di rumah, Toba bergegas untuk siap-siap memasak. Ia menyimpan ikan tangkapannya baik-baik di dapur sementara dia mempersiapkan hal lainnya. Namun betapa terkejutnya Toba, ketika ia kembali ke dapur, ikannya sudah tidak ada. Lebih mengejutkan lagi ketika ada sosok seorang perempuan yang begitu menawan. Perempuan itu berterima kasih pada Toba. Masih terkejut, Toba berusaha bertanya siapa perempuan itu dan mengapa ia ada di rumahnya. Perempuan itu mengaku bahwa dirinya adalah seorang putri yang dikutuk dewa menjadi seekor ikan yang diselamatkan dari sungai oleh Toba. Sang putri merasa berhutang budi pada Toba. Sebagai wujud rasa terima kasihnya, sang putri bersedia menjadi istri Toba. Namun ada satu syarat bagi Toba sebelum menjadikannya istri, yaitu merahasiakan asal-usul sang putri dari seekor ikan. Toba tidak keberatan. Lantas keduanya pun menjadi sepasang suami istri. ***
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

0 Komentar