Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Kontrakan Aku Dulu Pernah Ditempatin Pasutri. Istrinya Lagi Hamil 5/6 Bulan

gitu, aku kira mereka ngontrak berdua ternyata ada ibu2 yang ikut sama mereka. Jadi ngontrak bertiga. Beberapa hari setelah mereka ngontrak, suasana di kontrakanku sering kedapatan komplen dari penghuni kontrakan lainnya. Aku juga resah jadinya, dan sering aku tegur juga tapi via chat. Nah, sampai suatu ketika aku datang langsung ke kontrakan karna penghuni sebelah kamar pasutri ini sering dengar kalo kamar pasutri ini sering ribut. Waktu aku sampai disana, pintu kontrakan mereka tutup yg kebuka cuma jendela. Aku dengar samar suara ibu-ibu lagi marah-marah. Yang sebelah kamar pasutri ini, yg komplen ke aku nih ikutan keluar trus kita sama-sama ngintip dari jendela. Yg penghuni sebelah bilang gini, " mereka tu ribut pas si lakinya mba itu berangkat kerja. Kadang pas si masnya pergi bentar pasti ada suara.. " lalu aku balas gini, " padahal mbaknya lagi hamil besar ya, itu mertuanya atau ibunya sih cewe ? ". Karna aku juga nggak nanya sih waktu mereka masuk. Nah nggak lama ada suara wajan atau apa itu. Terus suara ibu itu bilang gini, " KAMU ITU CUMA HAMIL JANGAN MANJA !! MASAK GINI AJA NGGAK BECUS !! ". Nggak lama bunyi benturan ke dinding, " PAHAM NGGAK KALAU DIKASIH TAHU ??? JANGAN CUMA NANGIS !! JANGAN NYUSAHIN ANAK AKU !! ". Disini kami baru paham, kalau ibu itu ibu mertuanya mbak itu. Akugreget sumpah, terus aku ketukin pintu kontrakan mereka, sementara mbak yg ikut aku ngintip ngacir masuk ke kamarnya. Ternyata yang buka pintu itu bukan mertuanya melainkan sih mbaknya. Aku malah salfok sama jidatnya mbaknya kayaknya dia deh yang dijedotin ke dinding sama mertuanya. Aku pura-pura nanya, karna liat matanya sembam gitu. Mbaknya bilang kepeleset dikit tadi jadi perutnya aga kram. Lalu aku ditanya balik, untung otak tuaku ini encer jadinya aku bilang mau ngobrol-ngobrol aja sama penghuni baru terus aku panggilin mbak penghuni sebelah. Jadinya kita ngobrol diteras kamarnya dia. Basa basilah kita, padahal aku sebenarnya kepo tapi mbaknya kayak butuh temen buat cerita dan ya akhirnya kita tahu alasan kenapa mereka ngontrak dan mertuanya ikut. Gini ceritanya, mbaknya ini dulu habis nikah langsung djboyong suaminya ke rumah mertuanya. Nah, selama sebelum mbaknya hamil ini dia dijadiin pembantu gratis dirumah mertuanya. Dari masak, nyuci sampai beberes rumah dan suaminya ini nggak tahu karna merasa yang beresin rumah sampai masak adalah ibunya. Setiap suaminya gajian, ibu mertuanya selalu minta dikasih jatah. Misalnya gaji anaknya 2jt, ibunya minta 1,5jt buat kebutuhannya. 500rb sisa gaji itu buat beli lauk pauk mereka serumah sampai sih pasutri ini nggak ada tabungan. Sih mbaknya ini awalnya udah ngomong sama suaminya, buat nggak ngasih banyak ke ibunya biar mereka bisa nabung. Tapi, tapi tapi sih suaminya ini b0ngok. Nggak peduli sama omongan istrinya, pokoknya setiap gajian dia kasih ke ibunya kayak biasa sampai si mbaknya ini minta pisah karna nggak dinafkahin dan suaminya ini cuma bilkang gini, " Aduh, kamu makan dirumah ini udah bentuk nafkah aku ke kamu. Kamu nggak dibikin kelaparan juga ya bersyukur. Di rumah cuma ongkang-ongkang kaki. " Nah disini, sih istri jelasin nafkah itu seperti apa. Panjang lebar kali tinggi dijelasin sih suaminya ini malah nggak paham. Jadi cekcoklah mereka. Mertuanya juga satu, ikut ngompor-ngomporin anaknya sama menantunya bukan di leraikan biar masalah mereka teratasi malah dibikin runyam. Terus sih suaminya ini mintalah jatahnya, tahulah kalian jatahnya apa. Sama sih mbaknya ini nggak dikasih. Diamuk sama suaminya, malah jadinya kayak di perkaos istrinya. Sampai, maaf. Lecet trus luka jadi bikin mbaknya jalannya aga ngangkang. Nah yg bikin keselnya mertuanya bilang gini, " Ngapain jalan ngangkang gitu ! Kayak nggak perawan aja ! ". Hehhh emosi, pertanyaan bodoh macam apa itu wahai boomers ???. Berapa minggu berlalu, tepatnya saat mertuanya ini tahu kalau mbaknya ini hamil, disitu murka mertuanya. Katanya " kenapa sampai jadi ? Terus nanti nambah 1 lagi dong beban dirumah ini. Uang kita mana cukup kalau ditambah satu beban manusia". Ya jelas sih nggak cukup, orang dikekepin mertuanya semua uang gaji anaknya. Bayangin dirumah itu ada bapak mertuanya, ibu mertua, anak ibu mertuanya yang juga udah nikah tapi belum punya anak, terus ada bibi paman suaminya yang ikut numpang disitu. Mbaknya sering di suruh-suruh ini itu, sampai sih mbaknya di suruh bedrest sama dokter eh dirumah malah dijadiin babu sama mertuanya kalau nggak kerja nggak dibolehin makan. Mertuanya mbaknya ini nggak bisa masak, jadi dulunya mereka suruh orang yg masak tapi nggak dibayar cuma dipanggil aja. Nah, karna udah capek diubabuin sama keluarga suaminya, simbaknya ini ngajak suaminya ngontrak waktu usia kandungan mbaknya 3 bulan. Kalian tahu, suaminya minta pendapat keluarganya. Ya jelas ditolak mentah-mentah sama keluarganya. Aduh ribet banget dah. Mertuanyamalah marahin menantunya karna dianggap nggak menghargai mereka yg udah ngasih tumpangan ke mbaknya ini. Jelas sinting sih satu keluarga. Pernah aku nanya mbaknya kenapa nggak mau pisah ? Ternyata mbaknya udah minta pisah tapi suaminya nggak mau katanya sih mbaknya ini masih kekanakan hal sepele malah minta pisah. Dan pada akhirnya setelah berjuang menahan tekanan dirumah mertuanya, suaminya dapat pindahan tempat kerja di dekat kontrakan aku ini. Makanya mereka ngontrak disini dan kenapa mertuanya ikut ? Itu yang ajak suaminya mbak ini, katanya biar nemenin mbaknya dirumah malah dijadiin babu lagi sama mertuanya dan di pukulin kalau nggak bener kerjanya. Ya Allah, jahat banget mertuanya. Suaminya dikasih tahu yg bener malah bela ibunya. Inikan kita cerita hampir 1 jam, sih mbaknya di cariin mertuanya. Asli bengis banget wajah mertuanya. Disuruh masak anjir, aduh aku malah ngeri sama perut besar mbaknya, takut kenapa-kenapa.πŸ₯ΊπŸ™ * Sc Pasutribercerita_ on threads *
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

0 Komentar