Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
KISAH LENGKAP: PEMIKUL KAYU YANG DIBELA RASULULLAH
1. Kejadian di Pasar Madinah Suatu pagi di pasar Madinah, para sahabat sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ. Lewatlah seorang pemuda yang kekar, kuat, memikul kayu bakar dan barang dagangan yang sangat berat, seperti di gambar akang. Keringatnya bercucuran, bajunya sobek, ia berjalan cepat mengejar pembeli. Melihat itu, sebagian sahabat berbisik dengan nada meremehkan: "Sayang sekali, pemuda sekuat itu, kalau saja kekuatannya digunakan di jalan Allah untuk jihad, pasti pahalanya besar. Tapi ia hanya sibuk mengejar dunia, memikul kayu untuk dijual." Mereka menganggap pemikul kayu itu adalah pria dunia, bukan ahli ibadah, bukan ahli masjid, bukan yang selalu di shaf pertama. Rasulullah ﷺ mendengar bisikan itu. Wajah beliau berubah. Lalu beliau membela pemuda itu dengan pembelaan yang tidak pernah dilupakan sahabat, seperti tulisan di gambarmu. 2. Pembelaan Rasulullah yang Menggetarkan Rasulullah ﷺ bersabda, hadits ini shahih diriwayatkan Imam Thabrani: ***"Janganlah kalian berkata seperti itu! Jika ia keluar (bekerja) untuk menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka ia di jalan Allah. Jika ia keluar untuk menafkahi kedua orang tuanya yang sudah tua, maka ia di jalan Allah. Jika ia keluar untuk menjaga kehormatan dirinya agar tidak meminta-minta, maka ia di jalan Allah. Dan jika ia keluar untuk riya dan bermegah-megahan, maka ia di jalan setan."* (HR. Thabrani)** Allahu Akbar! Rasulullah justru mengatakan: Pria yang memikul kayu itu, yang kalian anggap sibuk mengejar dunia, bisa jadi lebih mulia di sisi Allah daripada orang yang duduk berzikir di masjid seharian tapi meninggalkan keluarganya kelaparan. Kenapa? Karena Islam bukan agama yang menyuruh kita meninggalkan dunia. Islam menyuruh kita mengejar dunia dengan niat akhirat. 3. Kisah Kedua: Dua Bersaudara Ada kisah lain yang mirip, yang membuat judul gambarmu semakin kuat. Dulu ada dua orang bersaudara di zaman Rasulullah ﷺ. Satu orang rajin ibadah, selalu di masjid, puasa sunnah, i'tikaf. Saudaranya satu lagi sibuk bekerja, berdagang, memikul kayu seperti di gambar akang, untuk menafkahi adiknya yang ahli ibadah itu. Suatu hari si ahli ibadah datang kepada Rasulullah dan mengadukan saudaranya: "Ya Rasulullah, saudaraku ini sibuk dunia terus, tidak pernah ibadah seperti saya." Apa jawaban Rasulullah? Rasulullah ﷺ tersenyum dan berkata: "Mungkin saja kamu diberi rezeki karena sebab saudaramu itu." (HR. Tirmidzi) Artinya: Kamu bisa khusyuk ibadah karena ditanggung makan minumnya oleh saudaramu yang memikul kayu itu. Derajat dia di sisi Allah bisa lebih tinggi karena ia menafkahi ahli ibadah. Seperti pemikul kayu di gambar akang, bajunya kotor, tapi tangannya yang kasar karena memikul kayu itulah yang akan Allah cium kelak. Rasulullah ﷺ pernah mencium tangan seorang sahabat yang kasar karena bekerja dan berkata: "Tangan seperti inilah yang dicintai Allah dan Rasul-Nya." Jadi jangan pernah remehkan pria yang setiap pagi pergi dengan memikul beban dunia di pundaknya, seperti di gambarmu. Ia memikul kayu, tapi di pundaknya juga ada tanggung jawab anak, istri, dan orang tua. Ia bukan ahli ibadah yang shalat malamnya panjang, tapi ia ahli tanggung jawab yang keringatnya adalah jihad.