Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

H-7 Sebelum Akad, Kakakku Mengaku Hamil Anak Calon Suamiku. Orang Tuaku Malah

H-7 Sebelum Akad, Kakakku Mengaku Hamil Anak Calon Suamiku. Orang Tuaku Malah gambar oleh Anita Varera
memintaku mengikhlaskan mereka menikah di gedung yang sudah kubayar. Aku menolak. Pernikahanku tetap digelar, hanya mempelai prianya yang diganti. Saat kakakku mencibir tak ada pria yang mau menikahiku mendadak, aku membuktikan sebaliknya. Namun, suami penggantiku ternyata... **** Bab acak Aku bersandar pada daun pintu, memejamkan mata erat-erat. Dadaku naik turun menahan gumpalan gelisah yang mendadak merayap halus di ulu hati. Meskipun aku yakin ucapan Mas Zacky tadi sembilan puluh persen hanyalah asumsi liar dan tuduhan tidak berdasar akibat rasa iri, tetap saja ada setitik keraguan yang menyengat kepalaku. Bagaimana kalau ... bagaimana kalau memang ada hal yang disembunyikan Pak Sadewa padaku? Pria itu begitu tenang, begitu kaya, dan memegang koneksi KUA dengan sangat mudah. Dengan jemari yang sedikit dingin, aku menyambar ponsel di atas meja dan menekan tombol panggilan cepat ke nomor Karina. "Halo, Nika? Ada apa malam-malam begini?" suara Karina menyapa hangat dari seberang sana. "Rin ... aku mau tanya sesuatu. Tapi kamu jawab jujur ya," bisikku sambil berjalan bolak-balik di dalam kamar yang sempit. "Tanya apa? Kok suaramu tegang banget begitu?" nada bicara Karina mendadak berubah serius. "Mas Sadewa ... kamu yakin kan dia bukan penipu atau orang aneh?" tanyaku ragu, menggigit bibir bawahku. "Barusan Mas Zacky datang ke kosanku. Dia gedor-gedor pintu dan teriak-teriak bilang kalau Mas Dews itu penipu kelas atas yang cuma pura-pura kaya." "Apa?!" jerit Karina histeris di balik telepon. "Si Zacky bang sat itu benar-benar tidak punya muka ya! Nika, kamu jangan gi-la mau percaya sama omongan mantan penjahat kelamin begitu!" "Tapi, Rin ... jujur aku sempat kepikiran," akuku pelan. "Mas Sadewa itu royal banget. Tadi sore dia belikan aku dua set perhiasan berlian murni di mal tanpa kedipan mata. Uang mas kawinnya saja fantastis. Maksudku ... untuk ukuran Manajer Senior di kantor kita, apa itu tidak terlalu mewah?" Karina menghela napas panjang di ujung telepon, mencoba menangkis kepanikanku. "Nika, dengar aku baik-baik. Si Zacky itu cuma membual karena gengsinya terbanting! Dia panik lihat kamu dapat ganti yang levelnya jauh di atas dia! Mana mungkin Pak Sadewa penipu? Dia itu pegawai resmi di kantor pusat tempat kita kerja, Nika! Surat tugas dan ID card-nya sah!" "Tapi kan kita belum pernah lihat dia kerja di divisi kita secara langsung, Rin," sanggahku cemas. "Besok kan hari kerja. Masih ada waktu empat hari sebelum hari H Sabtu nanti. Dan aku masih harus masuk kantor buat selesaikan pekerjaan." "Nah! Itu tahu!" potong Karina cepat. "Besok pas kamu masuk kantor, coba kamu cari tahu lebih detail soal Pak Sadewa. Tanya ke bagian HRD atau staf divisi atas. Tapi jujur ya, kalau kataku sih Zacky itu murni kepanasan saja melihat nasibmu yang jauh lebih beruntung dari dia!" Selengkapnya baca di aplikasi KBM app Judul : Menggantimu 7 Hari Sebelum Akad Penulis : Queensunrise
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

0 Komentar